Kamis, 12 Januari 2017

PENGARUH TATA RUANG TERHADAP PRODUKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA KELAS 2B D3 ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI BANDUNG



Pengaruh Tata Ruang Terhadap Produktifitas Belajar
Mahasiswa Kelas 2B - D3 Administrasi Bisnis
Politeknik Negeri Bandung
Oleh :
Putri Agustini
155211057
Politeknik Negeri Bandung



Abstract:
            This research aimed to describe the spatial effect on the productivity of student learning in 2B – D3 Business Administration of Politeknik Negeri Bandung Class. This type of research is a quantitative research, with the sample of 31 students of 2B – D3 Business Administration of Politeknik Negeri Bandung Class. Methods of data collection is by analysis method manually by calculator.
            Based on the results of the research revealed that the office layout greatly affect the productivity of student learning, especially the factors affecting the layout. This can be seen from 84.21% students choose R. 303 Building H as the great layout for improve the productivity of student learning.
Keywords: office layout, productivity of student learning

Abstrak:
            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh tata ruang terhadap produktivitas belajar mahasiswa kelas 2B – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalalh penelitian kuantitatif, dengan sampel 31 mahasiswa kelas 2B – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung. Metode pengumpulan data yaitu dengan studi pustaka dan penyeberan angket. Metode pengolahan data yaitu dengan di hitung manual menggunakan kalkulator.
            Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa tata ruang sangat memengaruhi produktivitas belajar mahasiswa khususnya faktor-faktor yang memengaruhi tata ruang itu sendiri. Hal ini terlihat dari 84.21% mahasiswa memilih R. 303 Gedung H sebagai ruang belajar yang pas untuk meningkatkan produktivitas belajar.

Kata Kunci: Tata Ruang Kantor, Produktivitas Belajar


PENDAHULUAN
Proses belajar mengajar merupakan proses hubungan timbal balik antara dosen dengan mahasiswa dimana dosen memberikan ilmu atau materi kepada mahasiswa. Proses berjalannya kegiatan belajar mengajar di dalam suatu organisasi atau institusi merupakan suatu hal yang harus diperhatikan. Pada zaman sekarang ini, masalah pendidikan adalah masalah utama yang harus diatasi. Kualitas masa depan bangsa Indonesia sangat di tentukan oleh mahasiswa masa kini. Pendidikan nasional harus berkualitas yakni berfungsi sebagai pengembang kemampuan dan embentuk watak serta peradaban bangsa dan martabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangakan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman seutuhnya. Dalam mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan beberapa faktor yakni pengajar yang berkualitas serta strategi mengajar yang berkualitas pula.
Dalam berbagai strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut salah satunya merupakan strategi penataan ruangan yang tepat untuk proses belajar mengajar. Apabila suatu institut telah memiliki pengajar yang baik dan berkualitas tetapi tidak di imbangi dengan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kegiatan belajar mengajar, maka materi apa pun yang akan disampaikan oleh pengajar tidak akan mampu di serap 100% oleh mahasiswa.
Masalah tata ruang yang sering terjadi dilapangan antara lain ruangan yang terlalu sempit tidak sesuai dengan jumlah mahasiswa menyebabkan kurangnya udara yang masuk menyebabkan suhu ruangan menjadi tinggi, kursi antar mahasiswa menjadi berdempetan satu sama lain tidak terdapat lorong untuk ruang gerak mahasiswa, pengaturan tata letak meja yang tidak sesuai sehingga menyusahkan mahasiswa ketika proses belajar dan masih banyak lagi faktor yang menyebabkan gangguan proses belajar bagi mahasiswa akibat tata ruang belajr yang tidak nyaman dan tidak sesuai.
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:
1.      Bagaimana kondisi tata ruang kelas R. 305 Gedung H, R. 107 Gedung B,dan R. 306 Gedung B di Politeknik Negeri Bandung?
2.      Bagaimana pengaruh kondisi tata ruang kelas R. 305 Gedung H, R. 107 Gdung B dan R. 306 Gedung B Politeknik Negeri Bandung terhadap produktifitas belajar mahasiswa kelas 2B – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung.
Penelitian ini bertujuan untuk:
1.      Mengetahui kondisi tata ruang kelas R. 305 Gedung H, R. 107 Gedung B,dan R. 306 Gedung B di Politeknik Negeri Bandung
2.      Mengetahui pengaruh kondisi tata ruang kelas R. 305 Gedung H, R. 107 Gdung B dan R. 306 Gedung B Politeknik Negeri Bandung terhadap produktifitas belajar mahasiswa kelas 2B – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung.
Batasan dalam penelitian ini menitikberatkan kepada penyusunan peralatan yang ada di dalam kelas serta faktor-faktor lingkungan fisik dima meliputi penerangan, warna, suara, udara, dan arus berjalannya proses belajar mengajar di ruang kelas R. 305 Gedung H, R. 107 Gedung B, dan R. 306 Gedung B di Politeknik Negeri Bandung.
KERANGKA DASAR TEORI
Tata Ruang Kantor
            Istilah tata ruang kantor berasal dari Bahasa Inggris, yakni Office Layout atau sering disebut juga Layout. Tata ruang kantor merupakan pengaturan perabotan, mesin, peralatan, perlengkapan dan sebaagainya di dalam ruangan yang tersedia.
            Sedarmayanti (2009 : 125) mengatakan bahwa tata ruang kantor adalah pengaturan dan penyusunan seluruh mesin kantorm alat perlengkapan kantor, serta perabot kantor pada tempat yang tepat , sehingga pegawai dapat bekerja dengan baik, nyaman, leluasa dan bebas untuk berherak, sehingga tercapai efisiensi kerja.
            Sedangkan The Liang Gie (2007 : 186) mengatakan bahwa tata ruang kantor adalah penentuan mengenai kebutuan-kebutuhan ruang dan tentang penggunaan secara terperinci dari suatu ruang untuk menyiapkan suatu susunan yang praktis dari faktor-faktor fisik yang dianggap perlu bagi pelaksanaan kerja perkantoran dengan biaya yang layak.
            Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa tata ruang kantor adalah penyusunan seluruh elemen di dalam suatu ruangan yang meliputi peralatan maupun perabot kantor yang disesuaikan dengan kebutuhan suatu kegiatan yang terlaksana dalam suatu ruangan guna memperlancar suatu kegiatan kantor.
Asas Ruang Kantor
            Murther dalam Sedarmayanti (2009 : 102) menyebutkan bahwa asas ruang kantor atara lain asas jarak terpendek, asas penggunaan segenap ruang, asas perubahan susunan tempat kerja, dan asas rangkaian kerja.
1.      Asas jarak terpendek
Proses kegiatan tata laksana kantor harus di tempuh dengan jarak yang terpendek mungkin dengan cara menempatkan setiap unit kantor yang memiliki hubungan kerja yang berdampingan berdekatan satu sama lain.
2.      Asas penggunaan segenap ruangan
Setiap bagian atau sudut dari ruangan harus memiliki arti atau dimanfaatkan sebaik mungkin jangan sampai membiarkan adanya dead area.
3.      Asas perubahan susunan tempat kerja
Susunan yang dipakai dalam setiap ruaang juga harus flexibel atau mudah dipindahkan atau di ganti kapan saja agar pegawai tidak merasa jenuh.
4.      Asas rangkaian kerja
Menempatkan posisi pegawai dengan peralatan yang sesuai sangat mencerminkan tata ruang kantor yang baik. Alat-alat kantor menurut rangkaiannya harus sejalan dengan urutan-urutan penyelesaian pekerjaan yang bersangkutan.
Bentuk Ruang Kantor
1.      Ruang kantor terbuka
Ruang kantor ini tidak terdapat sekatan-sekatan antar bagian atau antar pegawai sehingga aktivitas kegiatan kantor dapat terlihat dengan jelas.
2.      Ruang kantor tertutup
Ruang kantor ini terdapat sekatan-sekatan antar bagian atau antar pegawai sehingga dapat membua pegawai lebih berkonsentrasi terhadap pekerjaannya.
3.      Ruang kantor landscape
Ruang kantor ini merupakan perpaduan antara ruang kantor terbuka dan tertutup untuk menutupi kekurangan dari kedua bentuk ruang kantor.
Faktor yang Memengaruhi Tata Ruang Kantor
            Ada beberapa faktor yang memengaruhi penataan tata ruang dalam suatu kantor diantaranya cahaya, warna, udara, suara, dan budaya.
1.      Cahaya
Cahaya merupakan faktor terpenting karena cahaya memengaruhi langsung terhadap kesehatan mata. Penerangan cahaya yang kurang dapat menimbulkan mata menjadi mudah lelah sehingga menyebabkan pegawai mudah merasakan kantuk. Sebaliknya pencahayaan yang terlalu terang dapat menyilaukan mata sehingga membuat pegawai pusing dan tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Penerangan yang baik adalah dengan menggunakan cahaya tidak langsung yakni menggunakan lampu yang pas untuk pegawai di dalam ruangan.
2.      Warna
Warna sangat memengaruhi pencahayaan yang masuk ke dalam ruangan. Semakin terang warna dinding dalam suatu ruangan, maka semakin banyak cahaya yang diserap dan dipantulkan di dalam ruangan. Sebaliknya, semakin redup atau gelap warna dinding dalam suatu ruangan, maka semakin sedikit cahaya yang diserap dan dipantulkan di dalam ruangan. Warna juga memengaruhi kondisi psikis pegawai karena setiap warna yang dipakai memiliki arti tersendiri. Misalnya warna merah akan menimbulkan perasaan semangat yang menggebu-gebu, sementara warna biru melambangkan perasaan damai dan tenang, dan putih berarti rapih dan bersih.
3.      Udara
Kelembaban serta suhu ruangan yang panas akan menyebabkan pegawai tidak bisa berkonsentrasi terhadap pekerjaan mereka dan terkesan mudah mengantuk. Kelembaban dan suhu ruangan yang terlalu dingin juga berdampak sama. Sehingga suhu ruangan harus selalu diatur disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kondisi pegawai.
4.      Suara
Faktor suara dari luar juga dapat memecah konsentrasi pegawai. Oleh sebab itu penempatan ruang kantor harus di tempatkan sejauh mungkin dari jalan raya ataupun jangan di dekatkan dengan ruangan yang memiliki aktivitas dengan tingkat kebisingan yang tinggi seperti ruang produksi atau ruangan yang dipenuhi dengan mesin yang selalu berjalan.
5.      Budaya
Kebiasaan setiap orang dari setiap daerah bahkan negara berbeda-beda sehingga penempatan dan penyusunan peralatan kantor harus disesuaikan dan harus dapat diterima oleh setiap orang. Menempatkan tempat ibadah untuk setiap agama yang dimiliki pegawai juga harus diperhatikan agar pegawai tidak merasa adanya diskriminasi dalam hal apa pun.
Produktivitas Belajar
            Produktivitas Belajar tidak jauh berbeda dengan produktivitas Bekerja yakni perbandingan antara output dengan input dimana output harus mempunyai nilai tambah dan teknik pengerjaannya yang lebih baik. Kemampuan seorang mahasiswa harus sesuai atau melebihi ilmu yang diterimanya dari dosen.
Faktor yang mempengaruhi Produktivitas Belajar
            Beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas belajar diantaranya:
1.      Suasana belajar
2.      Lingkungan tempat belajar
3.      Proses atau prosedur pembelajaran
4.      Perlengkapan dan fasilitas
5.      Tata ruang tempat belajar
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
            Penelitian yang dilakukan termasuk di dalam jenis penelitian dekskriptif kuantitatif, menurut Syamsudin & Damiyanti (2011) penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka untuk mencandarkan karakteristik individu atau kelompok.
Fokus Peneltian
Penulis menetapkan fokus penelitian terhadap:
1.      Tata ruang kelas dengan indikator antara lain:
a.       Bentuk ruang kelas.
b.      Penyusunan atau pengaturan peralatan dan perlengkapan kelas.
c.       Cahaya.
d.      Warna
e.       Udara.
f.       Suara.
g.      Pengoptimalan ruangan.
2.      Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan tata ruang kantor
Sumber Data
Adapun jenis sumber data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
1.      Data primer
Yaitu data yang diperoleh dengan menyebarkan kuisioner terhadap 31 mahasiwa kelas 2B – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung.
2.      Data Sekunder
Yaitu data yang diperoleh dari hasil laporan tertulis atau studi pustaka dari buku dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian untuk melengkapi informasi penelitian.
Teknik Pengumpulan data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain:
1.      Library research (Penelitian kepustakaan)
Yaitu mengumpulkan data dari beberapa buku dan juga jurnal yang berhubungan dengan penelitian.
2.      Field work research (Penelitian lapangan)
Yaitu penelitian langsung terjun ke lokasi yang menjadi objek penelitian antara lain dengan cara:
a.       Observasi
b.      Wawancara/Interiew
c.       Kuisioner
Kuisioner
Mengenai Pengaruh Tata Ruang Terhadap Produktifitas Belajar Mahasiswa Kelas 2B-ABS Politeknik Negeri Bandung

No
Pernyataan
STS
TS
N
S
SS

Ruang 305 Gd. H
1
Bentuk layout terbuka pas untuk belajar.





2
Penyusunan meja dan kursi sesuai dan nyaman untuk belajar.





3
Jarak lorong antar meja mahasiswa sudah pas.





4
Jarak meja antara mahasiswa dan dosen sudah pas.





5
Jarak layar infocus sudah pas.





6
Cahaya yang diserap ruangan pas untuk belajar.





7
Warna dinding cocok untuk ruang kelas.





8
Ventilasi udara memadai.





9
Suara bising dari luar dapat terhindari.





10
Penggunaan ruangan sudah optimal.






Ruang 107 Gd. B
11
Bentuk layout terbuka ps untuk belajar.





12
Penyusunan meja dan kursi sesuai dan nyaman untuk belajar.





13
Jarak lorong antar meja mahasiswa sudah pas.





14
Jarak meja antara mahasiswa dan dosen sudah pas.





15
Jarak layar infocus sudah pas.





16
Cahaya yang diserap ruangan pas untuk belajar.





17
Warna dinding cocok untuk ruang kelas.





18
Ventilasi udara memadai.





19
Suara bising dari luar dapat terhindari.





20
Penggunaan ruangan sudah optimal.






Ruang 306 Gd. B
21
Bentuk layout terbuka ps untuk belajar.





22
Penyusunan meja dan kursi sesuai dan nyaman untuk belajar.





23
Jarak lorong antar meja mahasiswa sudah pas.





24
Jarak meja antara mahasiswa dan dosen sudah pas.





25
Jarak layar infocus sudah pas.





26
Cahaya yang diserap ruangan pas untuk belajar.





27
Warna dinding cocok untuk ruang kelas.





28
Ventilasi udara memadai.





29
Suara bising dari luar dapat terhindari.





30
Penggunaan ruangan sudah optimal.






Pertanyaan
1.      Diantara ketiga ruangan di atas ruangan manakah yang paling nyaman untuk Anda belajar? 
Jawab:
Alasan:
2.      Diantara ketiga ruangan di atas ruangan manakah yang paling tidak nyaman untuk Anda belajar?
Jawab:

Alasan:

Analisis Data
Metode analisis data meliputi proses:
a.       Pengumpulan Data
b.      Reduksi Data
c.       Penyajian Data
d.      Penarikan Kesimpulan


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
            Berdasarkan hasil dari wawancara dan juga kuisioner menunjukkan bahwa tata ruangan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan produktivitas belajar mahasiswa kelas 2B – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung dengan hasil 84.21% mahasiswa memilih R. 303 Gedung H sebagai ruang belajar yang pas untuk meningkatkan produktivitas belajar mereka, 15.78% memilih R. 107 Gedung B sebagai ruang belajar yang pas untuk meningkatkan produktivitas belajar. Sementara R. 306 Gedung B dipilih sebagai ruang yang tidak cocok untuk berlangsungnya kegiatan belajar mengajar dengan nilai mencapai 66.67% dan R. 107 Gedung B terpilih kembali dengan nilai 33.33%.
            Faktor yang menyebabkan pemilihan ruang ini antara lain sebagai berikut:
Bentuk Layout
R. 305 Gedung H
Bentuk ruang terbuka sangat cocok dan nyaman dalam proses pembelajaran.
R. 107 Gedung B
Bentuk ruang terbuka cocok dan nyaman dalam proses pembelajaran.
R. 306 Gedung B
Bentuk ruang terbuka cukup cocok dalam proses pembelajaran.

Penyusunan Meja dan Kursi
R. 305 Gedung H
Penyusunan meja dan kursi berbentuk ruang kelas sangat cocok untuk proses pembelajaran.
R. 107 Gedung B
Penyusunan meja dan kursi berbentuk ruang kelas cukup cocok untuk proses pembelajaran tetapi tidak sesuai dengan kapasitas jumlah mahasiswa (sempit).
R. 306 Gedung B
Penyusunan meja dan kursi berbentuk ruang rapat tidak cocok untuk proses pembelajaran karena membuat mahasiswa seringkali mengalami pegal otot leher karenna harus terpaku terhadap satu sisi ketika memerhatikan dosen baik ke arah kanan maupun kiri.

Jarak lorong antar meja
R. 305 Gedung H
Jarak lorong antar meja sudah sesuai karena membuat mahasiswa dapat bermobilisasi dengan baik.
R. 107 Gedung B
Jarak lorong antar meja hampir sama sekali tidak ada dan membuat mahasiswa seringkali kesulitan dalam bergerak.
R. 306 Gedung B
Jarak lorong antar mahasiswa tidak ada karena bentuk meja yang diambil merupakan bentuk ruang rapat.

Jarak infocus
R. 305 Gedung H
Jarak infocus cukup sesuai karena tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh .
R. 107 Gedung B
Jarak infocus terlalu dekat dan terlalu bawah sehingga mahasiswa yang duduk di bangku belakang kesulitan untuk melihat materi.
R. 306 Gedung B
Jarak infocus sudah pas tetapi posisi duduk yang membuat mahasiswa harus selalu menengok ke arah kiri maupun kanan membuat mahasiswa kurang nyaman.

Pencahayaan
R. 305 Gedung H
Cahaya langsung yang diserap tidak menyilaukan atau tidak berlebihan.
R. 107 Gedung B
Cahaya langsung yang di serap telalu terang sehingga apabila menggunakan infocus terkadang tidak jelas .
R. 306 Gedung B
Cahaya langsung dapat di atasi dengan adanya gorden yang menutupi jendela.

Warna Dinding
R. 305 Gedung H
Warna putih cocok dengan proses pembelajaran membuat mahasiswa nyaman dan tidak mengganggu penglihatan mahasiswa.
R. 107 Gedung B
Warna putih berpadu kream cocok dengan proses pembelajaran membuat mahasiswa nyaman dan tidak mengganggu penglihatan mahasiswa.
R. 306 Gedung B
Warna putih cocok dengan proses pembelajaran membuat mahasiswa nyaman dan tidak mengganggu penglihatan mahasiswa.

Ventilasi Udara
R. 305 Gedung H
Terdapat 16 jendela yang membuat sirkulasi udara lancar dan membuat suhu ruangan selalu stabil tidak pernah lebih dari 26 derajat Celicius.
R. 107 Gedung B
Terdapat jendela yang membuat sirkulasi udara lancar.
R. 306 Gedung B
Jendela yang terdapat dalam ruangan tidak dapat dibuka sehingga menyebabkan ruangan panas. AC yang terdapat pun hanya satu dan hanya mengenai satu orang dosen. Kipas angin yang terdapat tepat di atas meja mahasiswa jarang sekali di nyalakan sehingga mahasiswa tidak merasa nyaman, tidak dapat berkonsentrasi dan menurunkan produktivitas belajar.

Suara
R. 305 Gedung H
Gedung yang terletak di lantai tiga dan jauh dari jalan raya maupun tempat parkir membuat suara yang timbul dari luar hampir tidak terdengar.
R. 107 Gedung B
Gedung yang terletak di lantai satu membuat suara yang timbul dari luar dapat terdengar jelas yakni diantaranya suara seseorang yang mengobrol tepat diluar ruangan.
R. 306 Gedung B
Gedung yang terletak di lantai tiga membuat suara yang ditimbulkan tidak terlalu kentara.

Pengoptimalan Ruangan
R. 305 Gedung H
Pengoptimalan ruangan kurang karena luas ruangan yang besar terdapat sudut ruangan yang terlihat kosong diantaranya bagian belakang kelas.
R. 107 Gedung B
Pengoptimalan ruangan sangat optimal dan terkesan memaksakan karena ruangan yang tidak sesuai dengan jumlah mahasiswa.
R. 306 Gedung B
Pengoptimalan ruangan sangat optimal seluruh sudut ruangan dimanfaat dengan baik.

KESIMPULAN
            Faktor yang sangat memengaruhi produktivitas belajar mahasiswa kelas 2B – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung diantaranya yang pertama adalah udara hal ini terbukti dengan banyaknya keluhan yang ditujukan terhadap R. 306 Gedung B yang kurang memiliki ventilasi udara dan membuat mahasiswa tidak nyaman dan mngantuk. Selanjutnya, penyusunan meja dan kursi hal ini terbukti dengan banyaknya keluhan yang ditujukan terhadap R. 306 Gedung B yang menerapkan bentuk ruang rapat dan juga R. 107 Gedung B yang memiliki ruangan yang sempit untuk penyusunan meja dan kursi. Kemudian selanjutnya jarak lorong antar meja, jarak Infocus, bentuk layout, cahaya, Suara, Warna, dan pengoptimalan ruangan.
SARAN
            Berdasarkan kesimpulan diatas penulis memberikan saran sebaiknya di R. 306 Gedung B di berikan ventilasi yang lebih dan frekuensi penggunaan kipas angin untuk mahasiswa lebih sering di optimalkan. Serta proses pemberian materi dilakukan di ruangan lain yang berbentuk ruang kelas. Dan untuk R. 107 Gedung B diperhatikan kembali penempatan penyusunan meja dan kursi dengan memperhitungkan jumlah mahasiswa yang akan menempati ruang kelas untuk proses pembelajaran.

Daftar Pustaka

 

Asnar', Zaid Habibie. "Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara (PKP2A III LAN) Samarinda." eJournal Ilmu Pemerintahan, 2013.
Audelia, Devina. "Literature Review: Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan." 2013.
Chaniago, Harmon. Manajemen Kantor Kontemporer. Bandung: Akbar Limas Perkasa, 2013.
Dewati, Meltha Refni. "Pengaruh Tata Ruang Kantor dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Semangat Kerja Pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD)." 2013.
Dr. Laksmi, M.A, Fuad Ghani, M.A, Drs Budiantoro, M.A. Manajemen Perkantoran Modern. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015.
Hameed, Amina. "Impact of Office Design on Employees' Productiivty: A Case study of Banking Organizations of Abbottad, Pakistan." Public Affairs, Administration and Management, 2009.
Hanes, Barry. "The impact of office layout on productivity." Sheffield Hallam University, 2008.
Iis Mariam, Ocvisarita Narasis. "Implementasi Tata Ruang Kantor Dalam Mewujudkan Produktivitas Kerja Pegawai Pada PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)." 2014.
Mutiara Hadi Poncorowati, Meylia Elizabeth R. "Pengaruh Tata Ruang Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Studi pada Karyawan Front Office di seluruh Kantor Unit Binaan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Jemursari Surabaya." Jp Administrasi Negara, 2013.
Naseem, Imran. Metodologi Penelitian Kualitatif. Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder. Jakarta: Rajawali Press, 2011.
Pancorowati, Mutiara Hadi. "Pengaruh Tata Ruang Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan." 2013.
Suardi, Santi. "Studi Tentang Tata Ruang Kantor Untuk Mencapai Efisiensi Kerja pada Dinas Perhubungan Kota Samarinda." eJournal Administrasi Negara, 2014.
Sulistyowati. "Implementasi Tata Ruang Kantor Dalam Mewujudkan Efisiensi Kerja Pegawai KSP Gradiska Bawen Kabupaten Semarang." 2015.
Wolfield, Leah R. "Effects of Office Layout on Job Satisfaction, Productivity and Organizational Commitment as Transmitted through Face-to-Face Interactions." Colonial Academic Alliance Undergraduate Research Journal, 2010.
Yusen, Sa'idatuddun'ya Imro'atus Sholihah. "Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Tata Usaha di SMPN 1 Lamongan." 2015.


 Bukti Plagiarism

sumber : https://www.plagramme.com/




Terima kasih semoga bermanfaat :)