Pengaruh Tata Ruang Terhadap Produktifitas
Belajar
Mahasiswa Kelas 2B - D3 Administrasi Bisnis
Politeknik Negeri Bandung
Oleh
:
Putri
Agustini
155211057
Politeknik
Negeri Bandung
Abstract:
This
research aimed to describe the spatial effect on the productivity of student
learning in 2B – D3 Business Administration of Politeknik Negeri Bandung Class.
This type of research is a quantitative research, with the sample of 31
students of 2B – D3 Business Administration of Politeknik Negeri Bandung Class.
Methods of data collection is by analysis method manually by calculator.
Based
on the results of the research revealed that the office layout greatly affect
the productivity of student learning, especially the factors affecting the
layout. This can be seen from 84.21% students choose R. 303 Building H as the
great layout for improve the productivity of student learning.
Keywords:
office layout, productivity of student learning
Abstrak:
Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh tata ruang terhadap produktivitas
belajar mahasiswa kelas 2B – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung.
Jenis penelitian yang digunakan adalalh penelitian kuantitatif, dengan sampel
31 mahasiswa kelas 2B – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung. Metode
pengumpulan data yaitu dengan studi pustaka dan penyeberan angket. Metode
pengolahan data yaitu dengan di hitung manual menggunakan kalkulator.
Berdasarkan hasil
penelitian dinyatakan bahwa tata ruang sangat memengaruhi produktivitas belajar
mahasiswa khususnya faktor-faktor yang memengaruhi tata ruang itu sendiri. Hal
ini terlihat dari 84.21% mahasiswa memilih R. 303 Gedung H sebagai ruang
belajar yang pas untuk meningkatkan produktivitas belajar.
Kata Kunci: Tata Ruang
Kantor, Produktivitas Belajar
PENDAHULUAN
Proses belajar mengajar merupakan proses hubungan
timbal balik antara dosen dengan mahasiswa dimana dosen memberikan ilmu atau
materi kepada mahasiswa. Proses berjalannya kegiatan belajar mengajar di dalam
suatu organisasi atau institusi merupakan suatu hal yang harus diperhatikan.
Pada zaman sekarang ini, masalah pendidikan adalah masalah utama yang harus
diatasi. Kualitas masa depan bangsa Indonesia sangat di tentukan oleh mahasiswa
masa kini. Pendidikan nasional harus berkualitas yakni berfungsi sebagai
pengembang kemampuan dan embentuk watak serta peradaban bangsa dan martabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangakan
potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman seutuhnya. Dalam mencapai
tujuan tersebut, dibutuhkan beberapa faktor yakni pengajar yang berkualitas
serta strategi mengajar yang berkualitas pula.
Dalam berbagai strategi yang diperlukan untuk
mencapai tujuan tersebut salah satunya merupakan strategi penataan ruangan yang
tepat untuk proses belajar mengajar. Apabila suatu institut telah memiliki
pengajar yang baik dan berkualitas tetapi tidak di imbangi dengan sarana dan
prasarana yang sesuai dengan kegiatan belajar mengajar, maka materi apa pun
yang akan disampaikan oleh pengajar tidak akan mampu di serap 100% oleh
mahasiswa.
Masalah tata ruang yang sering terjadi dilapangan
antara lain ruangan yang terlalu sempit tidak sesuai dengan jumlah mahasiswa
menyebabkan kurangnya udara yang masuk menyebabkan suhu ruangan menjadi tinggi,
kursi antar mahasiswa menjadi berdempetan satu sama lain tidak terdapat lorong
untuk ruang gerak mahasiswa, pengaturan tata letak meja yang tidak sesuai
sehingga menyusahkan mahasiswa ketika proses belajar dan masih banyak lagi
faktor yang menyebabkan gangguan proses belajar bagi mahasiswa akibat tata
ruang belajr yang tidak nyaman dan tidak sesuai.
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan,
masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana
kondisi tata ruang kelas R. 305 Gedung H, R. 107 Gedung B,dan R. 306 Gedung B
di Politeknik Negeri Bandung?
2. Bagaimana
pengaruh kondisi tata ruang kelas R. 305 Gedung H, R. 107 Gdung B dan R. 306
Gedung B Politeknik Negeri Bandung terhadap produktifitas belajar mahasiswa
kelas 2B – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung.
Penelitian ini
bertujuan untuk:
1. Mengetahui
kondisi tata ruang kelas R. 305 Gedung H, R. 107 Gedung B,dan R. 306 Gedung B
di Politeknik Negeri Bandung
2. Mengetahui
pengaruh kondisi tata ruang kelas R. 305 Gedung H, R. 107 Gdung B dan R. 306
Gedung B Politeknik Negeri Bandung terhadap produktifitas belajar mahasiswa
kelas 2B – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung.
Batasan dalam penelitian ini menitikberatkan kepada
penyusunan peralatan yang ada di dalam kelas serta faktor-faktor lingkungan
fisik dima meliputi penerangan, warna, suara, udara, dan arus berjalannya
proses belajar mengajar di ruang kelas R. 305 Gedung H, R. 107 Gedung B, dan R.
306 Gedung B di Politeknik Negeri Bandung.
KERANGKA DASAR TEORI
Tata Ruang Kantor
Istilah tata ruang
kantor berasal dari Bahasa Inggris, yakni Office
Layout atau sering disebut juga Layout.
Tata ruang kantor merupakan pengaturan perabotan, mesin, peralatan,
perlengkapan dan sebaagainya di dalam ruangan yang tersedia.
Sedarmayanti (2009 :
125) mengatakan bahwa tata ruang kantor adalah pengaturan dan penyusunan
seluruh mesin kantorm alat perlengkapan kantor, serta perabot kantor pada
tempat yang tepat , sehingga pegawai dapat bekerja dengan baik, nyaman, leluasa
dan bebas untuk berherak, sehingga tercapai efisiensi kerja.
Sedangkan The Liang
Gie (2007 : 186) mengatakan bahwa tata ruang kantor adalah penentuan mengenai
kebutuan-kebutuhan ruang dan tentang penggunaan secara terperinci dari suatu
ruang untuk menyiapkan suatu susunan yang praktis dari faktor-faktor fisik yang
dianggap perlu bagi pelaksanaan kerja perkantoran dengan biaya yang layak.
Dari kedua pendapat
tersebut dapat disimpulkan bahwa tata ruang kantor adalah penyusunan seluruh
elemen di dalam suatu ruangan yang meliputi peralatan maupun perabot kantor
yang disesuaikan dengan kebutuhan suatu kegiatan yang terlaksana dalam suatu
ruangan guna memperlancar suatu kegiatan kantor.
Asas Ruang Kantor
Murther dalam
Sedarmayanti (2009 : 102) menyebutkan bahwa asas ruang kantor atara lain asas
jarak terpendek, asas penggunaan segenap ruang, asas perubahan susunan tempat
kerja, dan asas rangkaian kerja.
1. Asas
jarak terpendek
Proses kegiatan tata laksana kantor
harus di tempuh dengan jarak yang terpendek mungkin dengan cara menempatkan
setiap unit kantor yang memiliki hubungan kerja yang berdampingan berdekatan
satu sama lain.
2. Asas
penggunaan segenap ruangan
Setiap bagian atau sudut dari ruangan
harus memiliki arti atau dimanfaatkan sebaik mungkin jangan sampai membiarkan
adanya dead area.
3. Asas
perubahan susunan tempat kerja
Susunan yang dipakai dalam setiap
ruaang juga harus flexibel atau mudah
dipindahkan atau di ganti kapan saja agar pegawai tidak merasa jenuh.
4. Asas
rangkaian kerja
Menempatkan posisi pegawai dengan
peralatan yang sesuai sangat mencerminkan tata ruang kantor yang baik.
Alat-alat kantor menurut rangkaiannya harus sejalan dengan urutan-urutan
penyelesaian pekerjaan yang bersangkutan.
Bentuk Ruang Kantor
1. Ruang
kantor terbuka
Ruang kantor ini
tidak terdapat sekatan-sekatan antar bagian atau antar pegawai sehingga
aktivitas kegiatan kantor dapat terlihat dengan jelas.
2. Ruang
kantor tertutup
Ruang kantor ini terdapat
sekatan-sekatan antar bagian atau antar pegawai sehingga dapat membua pegawai
lebih berkonsentrasi terhadap pekerjaannya.
3. Ruang
kantor landscape
Ruang kantor ini merupakan perpaduan
antara ruang kantor terbuka dan tertutup untuk menutupi kekurangan dari kedua
bentuk ruang kantor.
Faktor yang Memengaruhi Tata Ruang Kantor
Ada beberapa faktor
yang memengaruhi penataan tata ruang dalam suatu kantor diantaranya cahaya,
warna, udara, suara, dan budaya.
1. Cahaya
Cahaya merupakan faktor terpenting
karena cahaya memengaruhi langsung terhadap kesehatan mata. Penerangan cahaya
yang kurang dapat menimbulkan mata menjadi mudah lelah sehingga menyebabkan
pegawai mudah merasakan kantuk. Sebaliknya pencahayaan yang terlalu terang
dapat menyilaukan mata sehingga membuat pegawai pusing dan tidak bisa
berkonsentrasi dengan baik. Penerangan yang baik adalah dengan menggunakan
cahaya tidak langsung yakni menggunakan lampu yang pas untuk pegawai di dalam
ruangan.
2. Warna
Warna sangat memengaruhi pencahayaan
yang masuk ke dalam ruangan. Semakin terang warna dinding dalam suatu ruangan,
maka semakin banyak cahaya yang diserap dan dipantulkan di dalam ruangan.
Sebaliknya, semakin redup atau gelap warna dinding dalam suatu ruangan, maka
semakin sedikit cahaya yang diserap dan dipantulkan di dalam ruangan. Warna
juga memengaruhi kondisi psikis pegawai karena setiap warna yang dipakai
memiliki arti tersendiri. Misalnya warna merah akan menimbulkan perasaan
semangat yang menggebu-gebu, sementara warna biru melambangkan perasaan damai
dan tenang, dan putih berarti rapih dan bersih.
3. Udara
Kelembaban serta suhu ruangan yang
panas akan menyebabkan pegawai tidak bisa berkonsentrasi terhadap pekerjaan
mereka dan terkesan mudah mengantuk. Kelembaban dan suhu ruangan yang terlalu
dingin juga berdampak sama. Sehingga suhu ruangan harus selalu diatur
disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kondisi pegawai.
4. Suara
Faktor suara dari luar juga dapat
memecah konsentrasi pegawai. Oleh sebab itu penempatan ruang kantor harus di
tempatkan sejauh mungkin dari jalan raya ataupun jangan di dekatkan dengan
ruangan yang memiliki aktivitas dengan tingkat kebisingan yang tinggi seperti ruang
produksi atau ruangan yang dipenuhi dengan mesin yang selalu berjalan.
5. Budaya
Kebiasaan setiap orang dari setiap
daerah bahkan negara berbeda-beda sehingga penempatan dan penyusunan peralatan
kantor harus disesuaikan dan harus dapat diterima oleh setiap orang.
Menempatkan tempat ibadah untuk setiap agama yang dimiliki pegawai juga harus
diperhatikan agar pegawai tidak merasa adanya diskriminasi dalam hal apa pun.
Produktivitas Belajar
Produktivitas Belajar
tidak jauh berbeda dengan produktivitas Bekerja yakni perbandingan antara output dengan input dimana output harus
mempunyai nilai tambah dan teknik pengerjaannya yang lebih baik. Kemampuan
seorang mahasiswa harus sesuai atau melebihi ilmu yang diterimanya dari dosen.
Faktor yang mempengaruhi
Produktivitas Belajar
Beberapa faktor yang
mempengaruhi produktivitas belajar diantaranya:
1. Suasana
belajar
2. Lingkungan
tempat belajar
3. Proses
atau prosedur pembelajaran
4. Perlengkapan
dan fasilitas
5. Tata
ruang tempat belajar
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian yang
dilakukan termasuk di dalam jenis penelitian dekskriptif kuantitatif, menurut Syamsudin
& Damiyanti (2011) penelitian deskriptif merupakan penelitian yang
bertujuan menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka untuk
mencandarkan karakteristik individu atau kelompok.
Fokus Peneltian
Penulis menetapkan fokus penelitian terhadap:
1. Tata
ruang kelas dengan indikator antara lain:
a. Bentuk
ruang kelas.
b. Penyusunan
atau pengaturan peralatan dan perlengkapan kelas.
c. Cahaya.
d. Warna
e. Udara.
f. Suara.
g. Pengoptimalan
ruangan.
2. Faktor-faktor
penghambat dalam pelaksanaan tata ruang kantor
Sumber Data
Adapun jenis sumber data yang digunakan dalam penelitian ini antara
lain:
1. Data
primer
Yaitu data yang diperoleh dengan menyebarkan kuisioner
terhadap 31 mahasiwa kelas 2B – D3 Administrasi Bisnis Politeknik Negeri
Bandung.
2. Data
Sekunder
Yaitu data yang diperoleh dari hasil laporan tertulis atau
studi pustaka dari buku dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian untuk
melengkapi informasi penelitian.
Teknik Pengumpulan data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain:
1. Library research (Penelitian
kepustakaan)
Yaitu
mengumpulkan data dari beberapa buku dan juga jurnal yang berhubungan dengan
penelitian.
2. Field work research (Penelitian
lapangan)
Yaitu penelitian langsung terjun ke
lokasi yang menjadi objek penelitian antara lain dengan cara:
a. Observasi
b. Wawancara/Interiew
c. Kuisioner
Kuisioner
Mengenai
Pengaruh Tata Ruang Terhadap Produktifitas Belajar Mahasiswa Kelas 2B-ABS
Politeknik Negeri Bandung
|
No
|
Pernyataan
|
STS
|
TS
|
N
|
S
|
SS
|
|
|
Ruang 305 Gd. H
|
|||||
|
1
|
Bentuk layout
terbuka pas untuk belajar.
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Penyusunan
meja dan kursi sesuai dan nyaman untuk belajar.
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Jarak lorong
antar meja mahasiswa sudah pas.
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Jarak meja
antara mahasiswa dan dosen sudah pas.
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Jarak layar
infocus sudah pas.
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Cahaya yang
diserap ruangan pas untuk belajar.
|
|
|
|
|
|
|
7
|
Warna dinding
cocok untuk ruang kelas.
|
|
|
|
|
|
|
8
|
Ventilasi
udara memadai.
|
|
|
|
|
|
|
9
|
Suara bising
dari luar dapat terhindari.
|
|
|
|
|
|
|
10
|
Penggunaan ruangan
sudah optimal.
|
|
|
|
|
|
|
|
Ruang 107 Gd. B
|
|||||
|
11
|
Bentuk layout
terbuka ps untuk belajar.
|
|
|
|
|
|
|
12
|
Penyusunan
meja dan kursi sesuai dan nyaman untuk belajar.
|
|
|
|
|
|
|
13
|
Jarak lorong
antar meja mahasiswa sudah pas.
|
|
|
|
|
|
|
14
|
Jarak meja
antara mahasiswa dan dosen sudah pas.
|
|
|
|
|
|
|
15
|
Jarak layar
infocus sudah pas.
|
|
|
|
|
|
|
16
|
Cahaya yang
diserap ruangan pas untuk belajar.
|
|
|
|
|
|
|
17
|
Warna dinding
cocok untuk ruang kelas.
|
|
|
|
|
|
|
18
|
Ventilasi
udara memadai.
|
|
|
|
|
|
|
19
|
Suara bising
dari luar dapat terhindari.
|
|
|
|
|
|
|
20
|
Penggunaan
ruangan sudah optimal.
|
|
|
|
|
|
|
|
Ruang 306 Gd. B
|
|||||
|
21
|
Bentuk layout
terbuka ps untuk belajar.
|
|
|
|
|
|
|
22
|
Penyusunan
meja dan kursi sesuai dan nyaman untuk belajar.
|
|
|
|
|
|
|
23
|
Jarak lorong
antar meja mahasiswa sudah pas.
|
|
|
|
|
|
|
24
|
Jarak meja
antara mahasiswa dan dosen sudah pas.
|
|
|
|
|
|
|
25
|
Jarak layar
infocus sudah pas.
|
|
|
|
|
|
|
26
|
Cahaya yang
diserap ruangan pas untuk belajar.
|
|
|
|
|
|
|
27
|
Warna dinding
cocok untuk ruang kelas.
|
|
|
|
|
|
|
28
|
Ventilasi
udara memadai.
|
|
|
|
|
|
|
29
|
Suara bising
dari luar dapat terhindari.
|
|
|
|
|
|
|
30
|
Penggunaan
ruangan sudah optimal.
|
|
|
|
|
|
Pertanyaan
1. Diantara
ketiga ruangan di atas ruangan manakah yang paling nyaman untuk Anda
belajar?
Jawab:
Alasan:
2. Diantara
ketiga ruangan di atas ruangan manakah yang paling tidak nyaman untuk Anda
belajar?
Jawab:
Alasan:
Analisis Data
Metode analisis data meliputi proses:
a. Pengumpulan
Data
b. Reduksi
Data
c. Penyajian
Data
d. Penarikan
Kesimpulan
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil dari
wawancara dan juga kuisioner menunjukkan bahwa tata ruangan sangat berpengaruh
terhadap kenyamanan dan produktivitas belajar mahasiswa kelas 2B – D3
Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bandung dengan hasil 84.21% mahasiswa
memilih R. 303 Gedung H sebagai ruang belajar yang pas untuk meningkatkan
produktivitas belajar mereka, 15.78% memilih R. 107 Gedung B sebagai ruang
belajar yang pas untuk meningkatkan produktivitas belajar. Sementara R. 306
Gedung B dipilih sebagai ruang yang tidak cocok untuk berlangsungnya kegiatan
belajar mengajar dengan nilai mencapai 66.67% dan R. 107 Gedung B terpilih
kembali dengan nilai 33.33%.
Faktor yang
menyebabkan pemilihan ruang ini antara lain sebagai berikut:
Bentuk Layout
|
R. 305
Gedung H
|
Bentuk ruang terbuka sangat cocok dan nyaman dalam proses
pembelajaran.
|
|
R. 107
Gedung B
|
Bentuk ruang terbuka cocok dan nyaman dalam proses pembelajaran.
|
|
R. 306
Gedung B
|
Bentuk ruang terbuka cukup cocok dalam proses pembelajaran.
|
Penyusunan Meja dan Kursi
|
R. 305
Gedung H
|
Penyusunan meja dan kursi berbentuk ruang kelas sangat cocok untuk
proses pembelajaran.
|
|
R. 107
Gedung B
|
Penyusunan meja dan kursi berbentuk ruang kelas cukup cocok untuk
proses pembelajaran tetapi tidak sesuai dengan kapasitas jumlah mahasiswa
(sempit).
|
|
R. 306
Gedung B
|
Penyusunan meja dan kursi berbentuk ruang rapat tidak cocok untuk
proses pembelajaran karena membuat mahasiswa seringkali mengalami pegal otot
leher karenna harus terpaku terhadap satu sisi ketika memerhatikan dosen baik
ke arah kanan maupun kiri.
|
Jarak lorong antar meja
|
R. 305
Gedung H
|
Jarak lorong antar meja sudah sesuai karena membuat mahasiswa dapat
bermobilisasi dengan baik.
|
|
R. 107
Gedung B
|
Jarak lorong antar meja hampir sama sekali tidak ada dan membuat
mahasiswa seringkali kesulitan dalam bergerak.
|
|
R. 306
Gedung B
|
Jarak lorong antar mahasiswa tidak ada karena bentuk meja yang
diambil merupakan bentuk ruang rapat.
|
Jarak infocus
|
R. 305
Gedung H
|
Jarak infocus cukup sesuai karena tidak terlalu dekat dan tidak terlalu
jauh .
|
|
R. 107
Gedung B
|
Jarak infocus terlalu dekat dan terlalu bawah sehingga mahasiswa yang
duduk di bangku belakang kesulitan untuk melihat materi.
|
|
R. 306
Gedung B
|
Jarak infocus sudah pas tetapi posisi duduk yang membuat mahasiswa
harus selalu menengok ke arah kiri maupun kanan membuat mahasiswa kurang
nyaman.
|
Pencahayaan
|
R. 305
Gedung H
|
Cahaya langsung yang diserap tidak menyilaukan atau tidak berlebihan.
|
|
R. 107
Gedung B
|
Cahaya langsung yang di serap telalu terang sehingga apabila menggunakan
infocus terkadang tidak jelas .
|
|
R. 306
Gedung B
|
Cahaya langsung dapat di atasi dengan adanya gorden yang menutupi
jendela.
|
Warna Dinding
|
R. 305
Gedung H
|
Warna putih cocok dengan proses pembelajaran membuat mahasiswa nyaman
dan tidak mengganggu penglihatan mahasiswa.
|
|
R. 107
Gedung B
|
Warna putih berpadu kream cocok dengan proses pembelajaran membuat
mahasiswa nyaman dan tidak mengganggu penglihatan mahasiswa.
|
|
R. 306
Gedung B
|
Warna putih cocok dengan proses pembelajaran membuat mahasiswa nyaman
dan tidak mengganggu penglihatan mahasiswa.
|
Ventilasi Udara
|
R. 305
Gedung H
|
Terdapat 16 jendela yang membuat sirkulasi udara lancar dan membuat
suhu ruangan selalu stabil tidak pernah lebih dari 26 derajat Celicius.
|
|
R. 107
Gedung B
|
Terdapat jendela yang membuat sirkulasi udara lancar.
|
|
R. 306
Gedung B
|
Jendela yang terdapat dalam ruangan tidak dapat dibuka sehingga
menyebabkan ruangan panas. AC yang terdapat pun hanya satu dan hanya mengenai
satu orang dosen. Kipas angin yang terdapat tepat di atas meja mahasiswa
jarang sekali di nyalakan sehingga mahasiswa tidak merasa nyaman, tidak dapat
berkonsentrasi dan menurunkan produktivitas belajar.
|
Suara
|
R. 305
Gedung H
|
Gedung yang terletak di lantai tiga dan jauh dari jalan raya maupun
tempat parkir membuat suara yang timbul dari luar hampir tidak terdengar.
|
|
R. 107
Gedung B
|
Gedung yang terletak di lantai satu membuat suara yang timbul dari
luar dapat terdengar jelas yakni diantaranya suara seseorang yang mengobrol
tepat diluar ruangan.
|
|
R. 306 Gedung
B
|
Gedung yang terletak di lantai tiga membuat suara yang ditimbulkan
tidak terlalu kentara.
|
Pengoptimalan Ruangan
|
R. 305
Gedung H
|
Pengoptimalan ruangan kurang karena luas ruangan yang besar terdapat
sudut ruangan yang terlihat kosong diantaranya bagian belakang kelas.
|
|
R. 107
Gedung B
|
Pengoptimalan ruangan sangat optimal dan terkesan memaksakan karena
ruangan yang tidak sesuai dengan jumlah mahasiswa.
|
|
R. 306
Gedung B
|
Pengoptimalan ruangan sangat optimal seluruh sudut ruangan dimanfaat
dengan baik.
|
KESIMPULAN
Faktor yang sangat
memengaruhi produktivitas belajar mahasiswa kelas 2B – D3 Administrasi Bisnis
Politeknik Negeri Bandung diantaranya yang pertama adalah udara hal ini
terbukti dengan banyaknya keluhan yang ditujukan terhadap R. 306 Gedung B yang
kurang memiliki ventilasi udara dan membuat mahasiswa tidak nyaman dan
mngantuk. Selanjutnya, penyusunan meja dan kursi hal ini terbukti dengan
banyaknya keluhan yang ditujukan terhadap R. 306 Gedung B yang menerapkan
bentuk ruang rapat dan juga R. 107 Gedung B yang memiliki ruangan yang sempit
untuk penyusunan meja dan kursi. Kemudian selanjutnya jarak lorong antar meja,
jarak Infocus, bentuk layout, cahaya, Suara, Warna, dan pengoptimalan ruangan.
SARAN
Berdasarkan
kesimpulan diatas penulis memberikan saran sebaiknya di R. 306 Gedung B di
berikan ventilasi yang lebih dan frekuensi penggunaan kipas angin untuk
mahasiswa lebih sering di optimalkan. Serta proses pemberian materi dilakukan
di ruangan lain yang berbentuk ruang kelas. Dan untuk R. 107 Gedung B
diperhatikan kembali penempatan penyusunan meja dan kursi dengan
memperhitungkan jumlah mahasiswa yang akan menempati ruang kelas untuk proses
pembelajaran.
Daftar Pustaka
Asnar', Zaid Habibie.
"Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di
Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi
Negara (PKP2A III LAN) Samarinda." eJournal Ilmu Pemerintahan,
2013.
Audelia, Devina.
"Literature Review: Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap Produktivitas
Kerja Karyawan." 2013.
Chaniago, Harmon.
Manajemen Kantor Kontemporer. Bandung: Akbar Limas Perkasa, 2013.
Dewati, Meltha
Refni. "Pengaruh Tata Ruang Kantor dan Gaya Kepemimpinan Terhadap
Semangat Kerja Pegawai di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD)." 2013.
Dr. Laksmi, M.A,
Fuad Ghani, M.A, Drs Budiantoro, M.A. Manajemen Perkantoran Modern.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015.
Hameed, Amina.
"Impact of Office Design on Employees' Productiivty: A Case study of
Banking Organizations of Abbottad, Pakistan." Public Affairs,
Administration and Management, 2009.
Hanes, Barry.
"The impact of office layout on productivity." Sheffield Hallam
University, 2008.
Iis Mariam,
Ocvisarita Narasis. "Implementasi Tata Ruang Kantor Dalam Mewujudkan
Produktivitas Kerja Pegawai Pada PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)."
2014.
Mutiara Hadi
Poncorowati, Meylia Elizabeth R. "Pengaruh Tata Ruang Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan Studi pada Karyawan Front Office di seluruh Kantor
Unit Binaan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Jemursari
Surabaya." Jp Administrasi Negara, 2013.
Naseem, Imran. Metodologi
Penelitian Kualitatif. Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder. Jakarta:
Rajawali Press, 2011.
Pancorowati,
Mutiara Hadi. "Pengaruh Tata Ruang Terhadap Produktivitas Kerja
Karyawan." 2013.
Suardi, Santi.
"Studi Tentang Tata Ruang Kantor Untuk Mencapai Efisiensi Kerja pada
Dinas Perhubungan Kota Samarinda." eJournal Administrasi Negara,
2014.
Sulistyowati. "Implementasi
Tata Ruang Kantor Dalam Mewujudkan Efisiensi Kerja Pegawai KSP Gradiska Bawen
Kabupaten Semarang." 2015.
Wolfield, Leah R.
"Effects of Office Layout on Job Satisfaction, Productivity and
Organizational Commitment as Transmitted through Face-to-Face
Interactions." Colonial Academic Alliance Undergraduate Research
Journal, 2010.
Yusen,
Sa'idatuddun'ya Imro'atus Sholihah. "Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap
Kinerja Karyawan Bagian Tata Usaha di SMPN 1 Lamongan." 2015.
Bukti Plagiarism
sumber : https://www.plagramme.com/
Terima kasih semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar