KARYA ILMIAH
“SEBUAH KARAKTER BAGI MAHASISWA”
DISUSUN OLEH :
PUTRI AGUSTINI
NIM. 155211057
KELAS 1B
PROGRAM STUDI D-3 ADMINISTRASI BISNIS
JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
ANGKATAN 2015-2016
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Mahasiswa merupakan sebutan bagi orang yang sedang
menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri atas sekolah
tinggi,akademi,dan yang paling umum adalah universitas ( Wikipedia ). Mahasiswa
senantiasa selalu bisa membuat perubahan yang signifikan bagi sebuah negara.
Contohnya pada tahun 1998 mahasiswa bahkan mampu menggulingkan seorang Presiden
yakni Presiden Soeharto.
Namun,
di zaman sekarang ini mahasiswa lebih banyak menimbulkan kasus yang kurang
mencerminkan seorang pemuda yang terpelajar. Banyak sekali media massa yang
memberitakan mengenai atraksi demo mahasiswa yang anarkis dengan
mengatasnamakan keadilan dan kesejahteraan bangsa. Di samping itu pula terdapat
Mahasiswa yang bersifat pasif pada hal yang berbau pemerintahan, mereka lebih
senang menghabiskan waktu mereka dengan kegiatan klub ( UKM ) di dalam kampus
tanpa mementingkan kewajiban mereka sebagai seorang mahasiswa yakni belajar
secara akademik maupun berorganisasi. Dalam keadaaan kedua karakter Mahasiswa
inilah Mahasiswa akan memiliki karakter yang anarkis maupun menjadi malas.
Masalah
inilah yang memicu penulis untuk menulis masalah-masalah ini. Makalah yang
berjudul “Sebuah karakter bagi
Mahasiswa” yang diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dan masukan bagi
pembaca khususnya bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mengetahui arti penting
sebuah karakter bagi mahasiswa.
1.2.RUMUSAN MASALAH
1.
Apa
pengertian Mahasiswa?
2.
Apa
pengertian Karakter?
3.
Apa
pentingnya hubungan Karakter dengan Mahasiswa?
4.
Apa
solusi yang tepat untuk memperbaiki Karakter Mahasiswa?
1.3.TUJUAN PENULISAN
·
Agar
dapat mengetahui pengertian mahasiswa.
·
Agar
dapat mengetahui pengertian dari karakter.
·
Agar
dapat mengetahui arti pentingnya hubungan antara mahasiswa dan karakter.
·
Agar
dapat mengetahui solusi untuk memperbaiki karakter mahasiswa.
·
Agar
dapat menjadi bahan referensi bagi mahasiswa sehingga dapat menumbuhkan etika
dan tingkah laku yang positif dalam kehidupan sehari-hari
1.4.METODE PENULISAN
Metode yang digunakan dalam penulisan
karya ilmiah ini yaitu metode literature yang mengambil dari beberapa blog dan
website yang tersedia di dalam Internet.
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1.PENGERTIAN MAHASISWA
Mahasiswa adalah setiap orang yang
secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan
batas usia 18-30 tahun. Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat
yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi mahasiswa juga
merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan
masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat (Sarwono : 1978 ).
Mahasiswa
menurut Knopfenmacher (dalam Suwono, 1978) adalah merupakan insan-insan calon
sarjana yang dalam keteribatannya dengan perguruan tinggi dididik dan di
harapkan menjadi calon-calon intelektual.
Dari
kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa merupakan sekelompok
orang intelektual yang belajar dalam sebuah perguruan tinggi yang memiliki
peran penting dalam sebuah masyarakat. Sudahlah dapat dipastikan bahwa
mahasiswa merupakan kader-kader penerus bangasa. Mereka merupakan calon
pemimpin masa depan kita. Sebagai seorang pemimpin maka sudah dipastikan bahwa
mahasiswa harus memiliki sebuah karakter yang baik.
2.2.PENGERTIAN KARAKTER
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
karakter memiliki arti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang
membedakan seseorang dari yang lain.
Kamisa,
(1997:28) mengungkapkan bahwa karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau
budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat watak.
Berkarakter artinya mempunyai watak, mempunyai kepribadian.
Karakter
yang baik merupakan karakter yang positif. Karakter yang dapat membangun diri
sendiri dan juga orang lain. Dan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik
terhadap Tuhan, dirinya sendiri, sesamanya, lingkungannya, bangsa dan negara
dengan mengoptimalkan potensi yang yang
dimilikinya dengan mempertimbangkan emosi perasaannya.
2.3.PENTINGNYA HUBUNGAN KARAKTER DAN MAHASISWA
Seorang
mahasiswa haruslah memiliki karakter yang baik untuk menunjang kehidupan masa
depannya. Mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan kepintaran atau keberanian
saja untuk terjun dalam kehidupan bermasyarakat. Apabila seorang mahasiswa hanya
mengandalkan kepintarannya saja maka ketika ia dihadapkan dalam suatu keadaan
yang membutuhkan nyali dan mental yang kuat maka kepintaran itu tidak akan ada
gunanya, begitu pun sebaliknya.
Karakter
terpuji yang di miliki mahasiswa nantinya akan menguntungkan baik bagi dirinya
sendiri maupun orang-orang disekitanya. Mahasiswa pun akan dapat merubah dunia
dengan tangan dan pemikiran mereka. Seperti yang dikatakan oleh Albert Einstein
“Banyak orang mengatakan kepintaran yang
menjadikan seseorang ilmuwan besar. Mereka keliru, semua itu adalah karena
faktor karakter” .
Mahasiswa
merupakan seorang yang terpelajar oleh karena itu karakter yang wajib dimiliki
oleh seorang mahasiswa adalah karakter pembelajar dan kerja keras yang haus
akan ilmu-ilmu, dan juga harus memiliki karakter kritis untuk bisa memecahkan
segala permasalahan yang di hadapinya dan tak lupa untuk selalu bertanggung
jawab atas segala yang telah dilakukannya.
Mahasiswa
pun merupakan bagian dalam masyarakat. Mahasiswa merupakan representative dari
masyarakat yang harus mampu ber empati terhadap kondisi masyarakat,
berkontribusi dalam permasalahan
masyarakat, menyuarakan aspirasi masyarakat.
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1.CHARACTER BUILDING BAGI MAHASISWA
Pendidikan karakter memang sudah
diterapkan di berbagai negara maju sejak pendidikan dasar. Sedangkan di
Indonesia pendidikan karakter masih di pandang sebagai projek yang belum juga
terealisasikan. Karakter memang bisa di bina dan kembangkan, oleh karena itu
pentingnya pendidikan karakter dalam suatu universitas bagi mahasiswa sangat
dibutuhkan. Pendidikan karakter memberikan pandangan mengenai berbagai jenis
nilai kehidupan seperti kejujuran,
kecerdasan kepedulian dan lain-lainnya.
Mengapa pendidikan? Karena pendidikan
memiliki peran penting dan sentral dalam mengembangkan potensi manusia termasuk
pula potensi mental. Dalam pendidikan pula terdapat sosok guru atau dosen yang
akan dengan senantiasa membimbing para mahasiswa untuk menemukan dan membentuk
suatu karakter baik yang bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri, serta bagi
bangsa dan negara.
Mahasiswa
merupakan asset bangsa, sebagai
intelektual calon pemimpin masa depan. Sehubungan dengan hal tersebut
Direktur Jendral Pendidikan Tinggi pada pengarahan Rakornas Bidang
Kemahasiswaan Tahun 2011, menegaskan bahwa pembimbingan mahasiswa
diprioritaskan pada:
1.
Pengembangan
kemampuan intelektual, keseimbangan emosi, dan penghayatan spritual mahasiswa,
agar menjadi warga negara yang
bertanggung jawab serta berkontribusi pada daya saing bangsa.
2.
Pengembangan
mahasiswa sebagai kekuatan moral dalam mewujudkan masyarakat madani yang
demokratis, berkeadilan, dan berbasis pada partisipasi publik.
3.
Peningkatan
kualitas sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan dan aktualisasi diri
mahasiswa; kognisi, personal,dan sosial.
Dengan adanya
pendidikan karakter tersebut mahasiswa menjadi terlatih serta memiliki sifat
karakter yang sesuai dengan harapan dan dapat membantu dalam pembangunan bangsa
dan negara di masa depan.
BAB 4
PENUTUP
4.1.KESIMPULAN
Mahasiswa merupakan orang –orang intelektual dalam suatu
perguruan tinggi yang dimana harus memiliki karakter untuk bisa
memberikan tauladan di dalam tengah-tengah masyarakat agar dapat memacu untuk
memacu pembangunan bangsa dan negara.
4.2.SARAN
Jadilah
mahasiswa yang berkarakter sehingga engkau dapat merubah dunia. Semoga
pulakarya ilmiah ini dapat menjadi suatu
rujukan bagi mahasiswa ataupun dosen sehingga terciptanya generasi-generasi
mahasiswa yang berkarakter.

