KARYA ILMIAH
“THE POWER OF SELF-DIRECTED”
DISUSUN OLEH :
PUTRI AGUSTINI
NIM. 155211057
KELAS 1B
PROGRAM STUDI D-3 ADMINISTRASI BISNIS
JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
ANGKATAN 2015-2016
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Belajar
merupakan kegiatan untuk memperoleh suatu ilmu. Sebagai kaum terpelajar
tentunya kegiatan ini merupakan hal biasa. Tentunya, belajar sebenarnya bisa
dimana saja selain di sekolah. Karena banyaknya hal yang bisa di pelajari, maka
munculah banyak metode pembelajaran untuk membantu mempermudah dalam proses
belajar. Salah satu metode lama yang digunakan adalah metode Teacher-Directed Learning. Metode TDL
ini memang memberikan kemudahan dalam mempelajari sesuatu. Karena selain
diajarkan langsung oleh para ahli, seorang dosen tentunya selalu memberikan
materi yang bermanfaat. Namun, dibalik metode itu terdapat sedikit celah yang cukup berpengaruh terhadap mahasiswa.
Salah satunya yaitu mahasiswa cenderung
akanmanja dan merasa cukup dengan materi yang diberikan oleh dosen. Istilah
terus “disuapi” oleh dosen inilah yang
mengakibatkan mahasiswa tidak memiliki hasrat haus akan ilmu, yakni merujuk
pada arti belajar yang sesungguhnya yang bisa diperoleh dimana saja.
Merujuk pada kasus ini, terdapat metode yang
dapat memberikan solusi yang dapat
menutup celah dalam proses belajar ini. Yakni metode Self-Directed Learning yang merupakan proses dimana individu
mengambil inisiatif, dengan atau tanpa bantuan orang lain, dan proses dalam self-directed learning ini dilakukan
dengan menyadari kebutuhan sendiri dalam belajar, mengatur tujuan pribadi,
membuat keputusan pada sumber dan strategi belajar dan menilai hasil (Menurut
Knowles).
Kemampuan
belajar mandiri tentunya sangat diperlukan agar mahasiswa menjadi lebih aktif
dan juga kreatif di dalam kelas maupun kegiatan di luar kelas. Karena mahasiswa
yang memperkaya dirinya dengan sistem self-directed
learning akan memiliki kepercayaan
diri yang tinggi karena memiliki wawasan dan keahlian yang lebih bila
dibandingkan dengan mahasiswa yang hanya belajar pasif dengan sistem
sebelumnya.
Namun
sistem ini juga pasti memiliki hambatan yakni pengabaian dari mahasiswa yang
masih berpikiran bahwa belajar mandiri merupakan hal yang menyusahkan dan
membosankan tidak sedikit pun mahasiswa yang menggunakan alasan belum siap.
Dari sudut ini lah juga penulis ingin mengetahui kesiapan mahasiswa sebelum
melaksanakan sistem self-directed
learning yang akan membawa banyak manfaat bagi dirinya sendiri.
1.2.RUMUSAN MASALAH
1.
Apa
konsepself-directed learning ?
2.
Apa
pengertian self-directed learning ?
3.
Apa
faktor yang memengaruhi self-directed learning ?
4.
Bagaimana
metode dari self-directed learning ?
5.
Hubungan
antara self-directed learning dengan usia mahasiswa ?
6.
Apa
manfaat dari self-directed learning bagi mahasiswa ?
1.3.TUJUAN PENULISAN
·
Agar
dapat mengetahui konsep dari self-directed learning.
·
Agar
dapat mengetahui pengertian dari self-directed learning.
·
Agar
dapat mengetahui faktor apa saja yang memengaruhi self-directed learning.
·
Agar
dapat mengetahui metode yang digunakan dalam self-directed learning
·
Agar
dapat mengetahui hubungan antara self-directed learning denga usia mahasiswa.
·
Agar
dapat mengetahui manfaat dari self-directed learning.
1.4.METODE PENULISAN
Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah
ini yaitu metode literature yang mengambil referensi dari jurnal yang tersedia
di dalam Internet.
BAB 2
LANDASAN TEORI
METODE
PEMBELAJARAN MANDIRI
Menurut Stewart, Keagen dan Holmberg
(Juhari,1990) belajar mandiri pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh pandangan
bahwa setiap individu berhak mendapat kesempatan yang sama dalam pendidikan.
Proses
pembelajaran hendaknya diupayakan agar memberikan kebebasan dan kemandirian
kepada mahasiswa dalam proses belajarnya. Mahasiswa bebas secara mandiri untuk menentukan atau
memilih materi pembelajaran yang akan dipelajari dan bagaimana cara
mempelajarinya
Untuk
dapat menerapkan konsep dari pembelajaran mandiri terdapat beberapa metode yang
di kemukakan oleh Sri Suryani dari Teknologi Pendidikan Universitas Negeri
Surabaya diantaranya :
1.
Small
Group Discussion
Metode
ini merupakan metode diskusi dimana di dalam kelas pengajar meminta mahasiswa
untuk membuat kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan bahan yang di
berikan. Mahasiswa akan belajar untuk menjadi pendengar yang baik, berpikir
bersama, dan mulai menghargai pendapat sudut pandang yang bervariasi dan
memecahkannya.
2.
Simulation
Simulasi
merupakan gambaran yang membawa situasi yang sebenarnya ke dalam kelas.
Misalnya mahasiswa diminta untuk membuat perusahaan fiktif, kemudian mahasiswa
harus mengelola perusahaan tersebut dengan adanya pembagian peran yang
realistik.
3.
Discovery
Learning
Metode ini memfokuskan pada pemanfaatan
informasi yang tersedia, baik dari pengajar maupun dari mahasiswa secara
mandiri. Misalnya pengajar meminta mahasiswa untuk mencari bahan ajar nya
sendiri baik dari internet, buku, maupun koran.
4.
Self
Directed Learning
Metode
ini berdasarkan inisiatif mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa sendirilah yang
merencanakan, menjalankan, dan juga menikmati jadwal pembelajaran secara
mandiri.
5.
Cooperative
Learning
Metode
ini memberikan kasus yang harus dipecahkan oleh mahasiswa.
6.
Collaborative
Learning
Metode
ini menitikberatkan pada kerja sama antar mahasiswa. Mahasiswa dibebaskan untuk
memilih kelompoknya berdasarkan minat, prosedur kerja kelompok, waktu dan
tempat kelompok.
7.
Contextual
Instruction
Metode
ini antaralain pengajar diminta untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan
situasi nyata.
8.
Project-based
Learning
Metode
ini merupakan metode sistematis melalui proses pencarian atau penggalihan yang panjang
dan terstruktur.
9.
Problem-based
Learning
Metode
ini belajar dengan memanfaatkan masalah mahasiswa dengan pemanfaatan inquiry untuk dapat memecahkan masalah
tersebut.
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1.PENGERTIAN SELF-DIRECTED LEARNING
Menurut
Gibbos (2002), self-directed learning
adalah peningkatan pengetahuan , keahlian, prestasi, dan mengembangkan diri
dimana individu menggunakan banyak metode dalam banyak situasi dalam setiap
waktu. Self-directed learningdiperlukan
karena dapat memberikan siswa kemampuan untuk mengerjakan tugas, untuk
mengkombinasikan perkembangan kemampuan dengan perkembangan karakter dan
mempersiapkan siswa untuk mempelajari seluruh kehidupan mereka. Self-directed learningmeliputi bagaimana
siswa belajar belajar setiap harinya, bagaimana siswa dapat menyesuaikan diri
dengan keadaan yang cepat berubah, dan bagaimana siswa dapat mengambil
inisiatif sendiri ketika suatu kesempatan tidak terjadi atau tidak normal.
Knowles
(dalam Jennings, 1975) menambahkan bahwa self-directed
learningadalah sebuah proses dimana sebuah individu mengambil inisiatif,
dengan atau tanpa bantuan orang lain, dan proses dalam self-directed learningini dilakukan dengan menyadari kebutuhan
sendiri dalam gelajar, mengatur tujuan pribadi, membuat keputusan pada sumber
dan strategi belajar dan menilai hasil.
Menurut Long
(dalam Bath & Kamath, 2005) self-directed
learningadalah proses mental yang biasanya disertai dan didukung dengan
aktivitas perilaku yang meliputi identifikasi dan pencarian informasi. Dalam self-directed learning, pelajar secara
sengaja menerima tanggung jawab untuk membuat keputusan tentang tujuan dan
usaha mereka sehingga mereka sendiri yang menjadi agen perubahan dalam belajar.
Teori Guglielmino (dalam Shiong,dkk,
1977) mengemukakan bahwa self-directed
learningdapat terjadi dalam banyak situasi yang bervariasi, mulai dari
ruangan kelas yang berfokus pada guru secara langsung (teacher directed) menjadi belajar dengan perencanaan siswa sendiri
(self planned) dan dilakukan sendiri
(self conducted). Guglielmino (1977)
lebih lanjut menyatakan tentang karakteristik yang dimiliki oleh pelajar, yakni
sikap, nilai, kepercayaan, dan kemampuan yang akhirnya menentukan apakah self-directed learningterjadi pada suatu
situasi belajar.
Dari
beberapa uraian pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa self-directed learningmerupakan peningkatan level pengetahuan dan
keahlian yang mebuahkan prestasi dari diri individu itu sendiri yang memacu
timbulnya inisiatif sendiri dengan belajar perencanaan belajar sendiri,
dilakukan sendiri. Menyadari hal ini tentunya akan membuat individu akan
membuat strategi belajar nya sendiri yang menyenangkan.
Self-directed learningjuga memiliki prinsip yang digunakan yakni:
1.
Pengalaman
merupakan sumber belajar yang sangat bermanfaat
2.
Kesiapan
belajar merupakan tahap awal menjadi pembelajar mandiri.
3.
Orang
dewasa lebih tertarik belajar dari permasalahan daripada dari isi mata kuliah
3.2.FAKTOR YANG MEMENGARUHI SELF-DIRECTED LEARNING
Menurut
laporan penelitian karya Nurhalimah Aruan dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu
kesehatan Universitas Islam Negeri menjelaskan bahwa terdapat 2 faktor yang
mempengaruhi self-directed learning antara lain :
1. Faktor
Internal
Faktor Internal
merupakan faktor yang timbul dari dalam dirinya sendiri diantaranya :
Jenis Kelamin
Melalui
berbagai penelitian membuktikan bahwa wanita lebih unggul dalam hal belajar
akademika dari pada laki-laki. Hal ini dikarenakan kemampuan mengerjakan
kemampuan verbal perempuan lebih baik daripada laki-laki.
Cara Belajar
Dalyono
menyebutkan bahwa cara belajar dapat menentukan keberhasilan pembelajaran
seseorang. Untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran mahasiswa harus
memahami cara belajar yang sesui untuk mahasiswa tersebut,dengan self-directed learning maka mahasiswa
akan dapat memahami, mengetahui kekurangan dalam cara belajar dan mencari
sollusi cara belajar yang tepat.
Mood dan Kesehatan
Mood
dan kesehatan dianggap memiliki pengaruh terhadap kesiapan self-directed learning mahasiswa. Tentunya mood yang baik akan
membawa mahasiswa enjoy dalam melaksanakan self-directed
learningself-directed.
2. Faktor
Eksternal
Faktor Eksternal sering dinamakan sebagai faktor
lingkungan. Karena lingkungan sangat berpengaruh terhadap pengembangan
kepribadian mahasiswa dan juga keinginan untuk melaksanakan self-directed learning. Faktor eksternal
yang memengaruhi self-directed learning diantaranya :
Waktu
Belajar
Pengaturan waktu belajar merupakan awal
dari pelaksanaan self-directed learning. Karena
mahasiswa mengatur waktu belajarnya sendiri secara mandiri.
Tempat
Belajar
Tempat belajar dapat menjadi tempat yang
nyaman apabila di lengkapi dengan fasilitas yang menunjang proses pembelajaran
mandiri.
Motivasi
Belajar
Motivasi memiliki nilai yang memuaskan
merupakan hal yang akan mendorong munculnya keinginan untuk terjadinya self-directed learning. Selain
memperoleh penghargaan atas nilai yang memuaskan, mahasiswa juga dapat
mengetahui pentingnya belajar mandiri setelahnya.
3.3.LANGKAH PEMBELAJARAN SELF-DIRECTED LEARNING
Dalam
pembelajaran self-directed learning tentunya terdapat langkah-langkah yang akan menyukseskan metode ini dengan baik.
Menurut Hiemstra (dalam Sunarto, 2008), langkah-langkah pembelajaean SDL
terbagi menjadi 6 langkah yaitu:
1.
Preplanning
Preplanning merupakan aktivitas awal
proses pembelajaran. Dalam hal ini pembangunan mindset dari dalam diri sendiri
mengenai proses pembelajaran yang mandiri sebagai proses pembelajaran yang
dapat membantu dalam pengembangan proses belajar.
2.
Ciptakan
lingkungan belajar yang positif
Seperti
yang di ketahui bahwa lingkungan merupakan salah satu faktor dari self-directed learning. Contoh
lingkungan yang positif itu seperti lingkungan yang jauh dari kebisingan
ataupun gangguan lain yang akan mengganggu konsentrasi.
3.
Mengembangkan
rencana pembelajaran
Rencana
pembelajaran tentunya harus dikembangkan dan diperbaharui dengan rencana yang
lebih baik lagi dan tentunya efektif.
4.
Mengidentifikasi
aktivitas pembelajaran yang sesuai
Aktivitas
yang sesuai dengan keinginan yang menunjang proses pembelajaran tentunya akan
memberi semangat akan terjadinya pembelajaran mandiri bagi dirinya sendiri.
5.
Melaksanakan
kegiatan pembelajaran dan monitoring
6.
Mengevaluasi
hasil belajar individu
Adapun metode
yang perlu dilakukan agar pembelajaran pada self-directed
learningtercapai secara maksimal. Dalam berpikir kita dituntut berpikir
mendalam (deep thinking), kritis
(critical thinking), dan dapat mengatur waktu dengan efektif dan efisien.
Berikut ini penjelasan masing-masing diantaranya :
Deep Learning
Deep
Learningadalah pengujian fakta-fakta baru dan ide kritis,
dan menyambungkan keduanya ke dalam struktur kognitif serta membuat banyak
cabang dari ide-ide tersebut. (Biggs, 1999)
Karakteristik :
1.
Orang
Independent dan Self directing. (Beswick, 2006)
2.
Memiliki
pengalaman yang sangat luas. (Beswick, 2006)
3.
Lebih
termotivasi untuk belajar lewat diri sendiri.
(Beswick, 2006)
4.
Belajarnya
sampai akar-akarnya. (Beswick, 2006)
5.
Menghubung-hubungkan
dengan berbagai informasi yang di dapat.
6.
Memakai
pengetahuan dalam kehidupan nyata.
7.
Mengintegrasikan
sesuatu dengan pengetahuan yang sudah didapat.
Critical
Thinking
Kemampuan untuk membuat suatu penilaian
yang rasional atau beralasan. Tatakrama berpikir yang digunakan seseorang untuk
mengukur atau menilai kebenaran sesuatu seperti pernyataan, kisah, argument,
penelitian. (Chaerumam, 2009). Critical
Thinking adalah mengarahkan dirinya untuk berusaha berpikir untuk
mendapatkan alasan pada tingkat tertinggi dari cara berpikir anda orang yang
berpikir kritis secara konsisten, akan hidup rasional, beralasan, dan empati.
(Elder, 2007)
Mengatur
waktu yang baik
Untuk mencapai tujuan pembelajaran pada
belajar mandiri, kita perlu mengatur waktu kita. Setiap orang memiliki strategi
pengaturan waktunya masing-masing. Agar komitmen itu terpenuhi,
pernyataan-pernyataan di bawah dapat digunakan untuk mengawali aktivitas
mereka. (Moust et al, 2001)
3.4.MANFAAT SELF DIRECTING-LEARNING
Menurut Gureckis dan Markant,
penelitian dari kognisi menawarkan beberapa penjelasan yang membantu untuk
memperhitungkan keuntungan dari self-directed
learning. Misalnya, self-directed
learningmembantu kita mengoptimalkan pengalaman pendidikan kita,
memungkinkan kita untuk memfokuskan upata pada informasi yang berguna yang kita
belum memiliki dan mengekspos kita untuk informasi yang kita tidak memiliki
akses ke melalui pengamatan pasif. Sifat aktif self-directed learningjuga membantu kita dalam pengkodean informasi
dan menyimpannya dari waktu ke waktu.
BAB 4
PENUTUP
4.1.KESIMPULAN
Dalam
Pembelajaran mandiri mahasiswa dituntut
aktif dan kooperatif untuk memperoleh informasi. Tugas pengajar/pembimbing
hanya sebagai fasilitator yang mendukung , membimbing dan membantu mahasiswa
bila mengalami kesulitan. Pembelajaran mandiri khususnya metode self-directed learning memberikan
pengaruh besar terhadap meningkatnya proses pembelajaran, karena metode ini di
sesuaikan dengan keinginan mahasiswa itu sendiri. Metode ini dirancang,
diperbaharui, dijalankan, dan dirasakan oleh dirinya sendiri.
4.2.SARAN
Diharapkan metode pembelajaran ini lebih
di terapkan lagi di bidang pendidikan di Indonesia. Tidak hanya diterapkan
untuk ruang lingkup mahasiswa, tetapi juga harus diterapkan sejak dini.
DAFTAR PUSTAKA
Suryani,Sri. 2014. “Makalah Pembelajaran Mandiri” .
hlm13.
Aruan, Nurhalimah. 2013. “Gambaran Kesiapan Self-Directed
Learning pada Mahasiswa Tahap Pendidikan Klinik UIN Syarif Hidayatullah dan
faktor-faktor yang berhubungan”. Hlm 66.
Repository.usu.ac.id
http://mediafunia.blogspot.co.id/2013/01/model-pembelajaran-inovatif-self.html?m=1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar